Senin, 23 Februari 2009

Mesjid Kecil Peranap-Air MOlek

Suara ngaji di mesji tiba-tiba terputus saat kami beranjak dari peranap. itu artinya pemadaman sudah dimulai. sebentar lagi magrib, dasar PLN, selalu matikan lampu saat orang mau sholat magrib, mungkin demikian gerutu orang2 saat itu. Sholat magrib di jalan aja, kira-kira demikian usul sang sopir yang tak terucapkan, dan diamini seluruh penumpangnya.
Jam 18.30, gelap sepanjang jalan, lampu mati, tapi sebagian ada yang hidup terang benderang, brarti dia pake genset. kapan sholat magrib? demikian pertanyaan penumpang yang juga tidak terucapkan. Nanti kita cari mushola, kata sang sopir yang seolah2 tau pertanyaan dalam hati penumpang.
Sebuah mesjid kecil berdiri pas di tikungan, agak tinggi dari jalan, dan keliatannya terang benderang. kami berhenti dan langsung turun nyari tempat wudhu. Di dalam mesjid 3 orang laki2 yang sudah tua dan kira2 tiga orang perempuan yang juga sudah tua baru saja selesai sholat. PEmandangan yang biasa sebenarnya. Yang gak biasa kalo mesjid tu rame sama anak muda yang lagi sholat pas magrib atau waktu lain.
Wudhu, sholat, dan doa....dan tiba-tiba sgelas air mineral (aqua gelas) dibagikan oleh pengurus mesjid kepada kami. silakan minum, dengan ramah mereka persilakan kami minum. sejurus kemudian sebuah mobil berhenti lagi dan 3 orang laki2 setengah baya juga masuk untuk sholat, kembali pengurus mesjd tersebut mengambil aqua gelas dan menyiapkannya untuk orang2 terebut pabila mereka selesai sholat.

YAng terpikir olehku waktu itu ketika dihidangankan minuman adalah, Dimana tempat infaknya? Sebuah sambutan yang bagus dan menyentuh, keramahan ala orang desa, mereka tidak menyorongkan kota infak, tapi menghidangkan air minum. namun justru kami yang nyari kotak infaknya. mereka tempatkan kota infak di dekat mimbar, di atas meja. tidak disodorkan ke kami. tapi sentuhan hangat dari penduduk desa membuat kami ikhlas seikhlasnya memberikan infak, yang mungkin lebih besar dari biasanya.

Catt. Ikhlas tidak bisa dinilai oleh diri sendiri sebenarnya, apalagi kalo sudah dipublikasikan kayak gini. tapi itu cuma pngambaran aja.

0 komentar:

Posting Komentar