Selasa, 06 Juli 2010

LIHATLAH SIM ANDA SAAT ULANG TAHUN

Hari Minggu itu aku kembali ke Kota rengat tempatku bertugas setelah weekend an di Pekanbaru, Keluarga sementara tinggal di Pekanbaru berhubung mertua lagi umrah, jadi istriku tinggal dulu disana untuk jaga adik2nya. Sempat terpikir untuk singgah dulu di SPBU Pangkalan Kerinci tempatku biasanya berhenti sejenak untuk ngopi, baru 60 km dari Pekanbaru, tapi mata sudah agak ngantuk, padahal baru jam 16.30 WIB.
Tapi kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan karena takut makin malam di jalan dan tidak sempat nonton bola pikirku (padahal malam itu tidak ada jadwal bola). Perjalanan masih kira-kira 2 jam lagi menuju Rengat. Jalannya kebanyakkan lurus namun berbukit-bukit, disana sini banyak lobang di aspal yang sengaja digali untuk ditambal. Maklumlah, dasar jalan berupa tanah gambut, sehingga banyak aspal yang turun, bergelombang, keriting, dan bahkan keriting berlapis.
Nah..aku akhirnya sampai ke jalan beton, puluhan tahun disini jalan aspal gak bisa bagus, akhirnya jalan tersebut dikeraskan dengan beton, panjang jalannya kira-kira 10 km. Masih diiringi hentakan musik yang berisik dari SOAD dan kecepatan di jalan beton 80 km/jam, suara roda terdengar agak berisik dibanding di jalan aspal.
uppsss....di ujung sana berjejer sekelompok sepeda motor berhenti di pinggir jalan, namun sepertinya mereka bukanlah satu rombongan karena diliat dari gaya, jenis dan usia mereka juga tidak seragam. Mereka terlihat memandang jauh ke arah depan dengan pandangan ragu dan khawatir.  Pantas lah kupikir...dari kejauhan terlihat beberapa orang polantas menghentikan kendaraan lewat, di pinggir jalan terlihat plang dengan tulisan Operasi....ah...tidak sempat membaca lebih lanjut, mobulku sudah melewatinya.
Seorang polisi menyuruhku ke pinggir, tapi kok mobil yang didepan gak disuruh ya, trus mobil di belakangku juga tidak? Padahal aku pakai safety belt. Safety belt tidak pernah pernah lupa kupakai sejak kena tilang 2 kali di pekanbaru gara2 kelupaan pakai. Mungkin karna kaca depanku pakai kaca filem 40% jadi aku gak kliatan makai safety belt kupikir.
"selamat siang Pak, maaf mengganggu perjalanan Bapak", Pak Polisinya ramah, "bisa liat SIM dan STNK nya?" ujarnya lagi. Aku masih tetap tenang, toh aku gak pernah melanggar peraturan, SIM ku ada, STNK ada, Safety belt pakai. SIM ku kukeluarkan dan kuberikan pada Pak Polisi, "Oke, sekarang STNK nya pak?" tanya pak Polisi lagi setelah melihat SIM ku dan menyerahkan padaku. Segera kuambil STNK di dompet gantungan kunci, namun sang Polisi segera berucap, "oke gakpapa pak, silakan lanjut" katanya.
Segera kunci kontak kunyalakan lagi, tapi tiba-tiba..."maaf pak boleh liat SIM nya lagi? Aku heran dan menyerahkan SIM lagi. "Maaf pak SIM Bapak mati ujarnya". Aku segera melihat ke tanggal berlakunya SIM dan....astaga..SIM ku habis masa berlakunya kemarin...ya cuma satu hari sejak masa berlakunya SIM habis aku kena razia. "SIM mati sama dengan tidak punya SIM PAk" kata Pak Polisi, "dendanya satu juta atau 3 bulan kurungan, itu berdasarkan UU no 22 tahun bla bla bla..."aku tidak memperhatikan lagi ucapan Pak Polisi. Aku cuma berpikir gimana supaya aku bisa lolos, bayar satu juta untuk SIM yang baru mati satu hari, aku tidak rela, toh walau sudah mati belum bau bangkai pikirku.
"Maaf Pak, enggg...anu...engggg..gimana kalau...maaf pak...saya tidak punya duit sebesar itu" aku gak bisa menyusun kata-kata mau bilang apa. Sebenarnya aku mau bilang damai ajalah pak, berapa saya harus bayar agar tidak ditilang, tapi hati kecil saya kok gak nurut apa yang mau saya bilang. tapi polisi itu ngerti. Ahirnya saya berani juga bilang “Pak, saya ada perlu, saya gak mungkin ikut sidang dan membayar sebesar itu, lagian SIM saya juga matinya tidak lama, baru kemarin, berapa lah saya harus bayar asal jangan sebanyak itu.
Akhirnya setelah nego, aku bayar 100 ribu, duh nasib, padahal duit juga lagi gak banyak2 amat. Blum lagi mikirnya buat balik minggu depan, soalnya SIM bisa diperpanjang di Pekanbaru, jadi harus ke Pekanbaru lagi minggu depan buat memperpanjang SIM, artinya masih ada kesempatan buatku untuk ditangkap lagi…..ho….ho…ho. Aku gak habis pikir, setelah 5 tahun SIM kusimpan di dompet dan tidak pernah kena razia, mengapa ketika masa berlakunya habis baru satu hari aku kena razia? Tuhan memang suka bercanda kupikir.


Jumat, 04 Juni 2010

Garmin mobile XT di Hapemu


Amazing…setelah sekian lama saya memandang sebelah mata dengan aplikasi GPS yang ada di hape saya, soalnya di pelosok kayak gini gak masuk peta di google maps ataupun nokia maps, akhirnya dapat juga aplikasi buat hape yang menyediakan map alias peta bahkan sampai ke pelosok. Selama ini hanya ada peta buat kota-kota besar saja.
Bahkan yang membuat takjub adalah kenyataan bahwa pangkas rambut depan rumah saya pun ternyata ada di peta…kalau gak percaya, liatlah nanti peta Dabo Singkep tempat saya dulu bertugas, lengkap bahkan terkesan Lebay, karena kita akan melihat begitu banyak lambang pertamina yang biasanya digunakan untuk menandakan SPBU, padahal disana Cuma kios bensin….
Oh..ya aplikasi nya namanya Garmin mobile XT. Aplikasi ini bisa diinstal ke hape yang punya sistem operasi Symbian 6rd seperti N95 8GB punya saya.
Nah tutorialnya pertama dapat di blognya seseorang
http://arifdiamanta.wordpress.com/2009/05/26/cara-gratis-menggunakan-garmin-mobile-xt-di-e71/
tapi katanya boleh disadur, namun ada perubahan disana sini terutama alamat link yang diberikan ada yang sudah expired.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Download Garmin Mobile XT di http://www8.garmin.com/support/agree.jsp?id=3939 atau http://www8.garmin.com/support/collection.jsp?product=010-11034-00 untuk list versi lengkapnya.
  2. Setelah selesai di donlot, colok hp dengan kabel data. Gunakan mode ‘mass storage’, JANGAN mode PC Suite.
  3. Jalankan file yang kita donlot tadi, maka akan tampil installer untuk Garmin ke memorycard hp kita. Kalo langkahnya sudah benar, maka target install nya secara otomatis akan diarahkan ke memory card hp.
  4. Setelah selesai terinstall, cabut kabel data; Jalankan file manager di hp kita > cari file GarminMobileXT.sis di root directory memory card. Kalo ga ada, coba cari di folder Garmin.
  5. Sekarang Garmin sudah terinstall di hp, jangan di jalankan dulu.
  6. Donlot peta Indonesia di : http://navigasi.net/goptd.php
  7. Ektrak file yg barusan kita donlot ke hardisk.
  8. Colok hp ke pc masih pada mode mass storage. Pindahkan ISI dari folder hasil ekstrak nya, BUKAN foldernya. Masukan file yang banyak itu ke dalam folder Garmin itu. Memang jadi agak berantakan sih kelihatannya. Kalo udah ke copy, cabut kabel data.
  9. Nah selanjutnya kita perlu apikasi Garmin Unlock Key Generator, kalau di blog aslinya dpat di cari di noeman, ternyata setelah di download, gak ketemu, akhirnya terpaksa nanya om Google, ketik aja download Garmin Unlock Generator. Ketemunya di alamat http://filespump.com/garmin-unlock-generator-2010.html
  10. Sekarang jalankan Garmin di HP. Pilih agree atau yes pada setiap pertanyaan > pada saat pertanyaan untuk masukan nomor registrasi > pilih pilihan yang paling bawah (sori lupa tulisannya apa)
  11. Kalo betul, kita akan masuk ke menu Garmin, tapi karena belom di register jadi belom bisa di pake. Masuk ke menu konfigurasi/settings > about > liat nomor ‘Card ID’nya Jangan di tutup dulu.
  12. Jalankan file keygen Garmin_Unlock_Generator.exe yang kita donlot, masukan angka2 di Card Id Garmin ke kolom Unit ID keygen tersebut. Klik ‘GENERATE’Setelah itu akan muncul angka2 baru dikolom ‘Software Unlock Code’ > copy angka2 itu.
  13. Bikin file notepad baru di windows, paste angka2 yang barusan kita copy itu.
  14. Save file notepad itu menjadi GMAPSUPP.UNL kedalam folder Garmin di memory card hp. (Tentunya SETELAH kita menutup Garmin di HP, colokkan kembali hp ke pc – mode mass storage). Ingat, jangan simpan dalam format txt.
  15. Kalo langkah2 tadi diikuti dengan benar, maka Garmin Mobile XT akan sukses terinstall di hp kita.

Rabu, 02 Desember 2009

SEGITIGA KEHIDUPAN


Segitiga Kehidupan
Saat terjadi gempa
Doug Copp, Kepala Penyelam at dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI),

Pengalaman
Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.
Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.
Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.

Percobaan
Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".
Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

Fakta
Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.
Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.
Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.

Teori segitiga kehidupan
Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit- langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurk an benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan".
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.
Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

Amati
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.
Segitiga ini ada di mana- mana dan merupakan bentuk yang umum.

Sepuluh Tip dalam Keselamatan Gempa Bumi
1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa.
Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit.
Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk.
Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping.
Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulingla h ke samping tempat tidur.
Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempel kan peringatan di belakang pintu agar tamu- tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.
Mengapa?
Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya.
Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya.
Dalam kedua kasus tersebut, anda
tidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama).
Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong- potong olehnya.
Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhk an tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamat kan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan.
Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya.
Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan; ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz.
Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.
Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat.
Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas- kertas.

Sebarkan informasi ini dan selamatkan nyawa orang
yang anda cintai.

Terima kasih
Semoga bermanfaat
Artikel kiriman sdr Kangsa Sasmita (060509

Rabu, 25 Februari 2009

Senin, 23 Februari 2009

Mesjid Kecil Peranap-Air MOlek

Suara ngaji di mesji tiba-tiba terputus saat kami beranjak dari peranap. itu artinya pemadaman sudah dimulai. sebentar lagi magrib, dasar PLN, selalu matikan lampu saat orang mau sholat magrib, mungkin demikian gerutu orang2 saat itu. Sholat magrib di jalan aja, kira-kira demikian usul sang sopir yang tak terucapkan, dan diamini seluruh penumpangnya.
Jam 18.30, gelap sepanjang jalan, lampu mati, tapi sebagian ada yang hidup terang benderang, brarti dia pake genset. kapan sholat magrib? demikian pertanyaan penumpang yang juga tidak terucapkan. Nanti kita cari mushola, kata sang sopir yang seolah2 tau pertanyaan dalam hati penumpang.
Sebuah mesjid kecil berdiri pas di tikungan, agak tinggi dari jalan, dan keliatannya terang benderang. kami berhenti dan langsung turun nyari tempat wudhu. Di dalam mesjid 3 orang laki2 yang sudah tua dan kira2 tiga orang perempuan yang juga sudah tua baru saja selesai sholat. PEmandangan yang biasa sebenarnya. Yang gak biasa kalo mesjid tu rame sama anak muda yang lagi sholat pas magrib atau waktu lain.
Wudhu, sholat, dan doa....dan tiba-tiba sgelas air mineral (aqua gelas) dibagikan oleh pengurus mesjid kepada kami. silakan minum, dengan ramah mereka persilakan kami minum. sejurus kemudian sebuah mobil berhenti lagi dan 3 orang laki2 setengah baya juga masuk untuk sholat, kembali pengurus mesjd tersebut mengambil aqua gelas dan menyiapkannya untuk orang2 terebut pabila mereka selesai sholat.

YAng terpikir olehku waktu itu ketika dihidangankan minuman adalah, Dimana tempat infaknya? Sebuah sambutan yang bagus dan menyentuh, keramahan ala orang desa, mereka tidak menyorongkan kota infak, tapi menghidangkan air minum. namun justru kami yang nyari kotak infaknya. mereka tempatkan kota infak di dekat mimbar, di atas meja. tidak disodorkan ke kami. tapi sentuhan hangat dari penduduk desa membuat kami ikhlas seikhlasnya memberikan infak, yang mungkin lebih besar dari biasanya.

Catt. Ikhlas tidak bisa dinilai oleh diri sendiri sebenarnya, apalagi kalo sudah dipublikasikan kayak gini. tapi itu cuma pngambaran aja.

Kamis, 19 Februari 2009

KEPOMPONG DAN KUPU-KUPU

Dua kali saya menerima email yang sama, yaitu tentang seseorang dan kepompong. Dulu waktu saya kuliah dan terakhir sekitar sebulan yang lalu.
Saya tertarik untuk membahasnya karena disamping saat ini lagu kepompong nya sindentosca lagi hits, juga pesan moral nya terasa mengena, baik ketika waktu saya kuliah maupun sekarang ini.
Isi email tersebut adalah seperti di bawah ini :

Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.
Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.
Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap- sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Semuanya tak pernah terjadi.
Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.
Dia tidak pernah bisa terbang.
Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.
Sesudah pesan itu tertulis morald hazard yang panjang lebar menerangkan sesuatu tentang proses atau perjuangan.
Tiba-tiba saya jadi merasa pernah menjadi kepompong di dalam cerita itu. Ketika proses kepompong saya rasakan terlalu lama, keinginan untuk mendobrak, menyobek dan menyeruak keluar dari kepompong begitu besar. Tapi apa daya saya gak bisa melakukannya dari dalam, yang bisa tentuanya orang dari luar kepompong itu sendiri.
Akhirnya saya mengerti, bahwa proses kepompong atau keluar dari kepompong adalah sebuah proses yang diciptakan Tuhan untuk membuat kita lebih matang dan jadi ”orang”.
Sering kita tidak sabar dengan proses, dan ingin cepat keluar dari proses tersebut dengan instan. Siapapun anda, apapun jabatan anda sekarang itu adalah proses untuk menjadi yang lebih baik lagi dari sekarang.
Ketika saya menjadi manager ranting di sebuah pulau, dua tahun pertama saya rasakan terlalu lama. Saya merasa sudah cukup waktunya untuk ”belajar”. Selama ini saya memang merasa saya di tempatkan disana untuk belajar. Namun ketika 2 tahun saya lewati dan ternyata tidak ada tanda2 pindah walaupun isunya sangat kental waktu itu, saya mulai sedikit merasa terlupakan, kecil hati, dan demotivasi.
Tahun ketiga saya lewati dengan lebih berat, karena selain demotivasi, juga ternyata kondisi pekerjaan yang bobotnya makin meningkat dengan adanya pemadaman sepanjang tahun. Ini tidak pernah terjadi. Dua tahun pertama saya lewati dengan ongkang-ongkang kaki, hampir tidak ada kendala yang berarti. Kinerja tercapai begitu saja tanpa kerja yang berarti. Namun tahun ketiga semuanya menjadi berat. Pemadaman, mesin rusak disana sini, demonstrasi, dan belum lagi persoalan pegawai yang makin bermasalah ditambah lagi beban kinerja yang makin berat.
Seluruh suasana hati yang makin galau dan tertekan membuat saya tiba-tiba saya jadi bisa menulis. Saya juga bikin blog. Dementor adalah tulisan pertama saya yang mengambarkan suasana hati saya ketika itu. Dan tulisan itu berlanjut. Saya juga semakin dekat dengan wartawan. Hampir setiap minggu berita tentang saya ada di surat kabar harian lokal. Saya juga semakin dekat dengan aparat di daerah, Danlanal, Kapolres, Wakil Bupati, Camat, RT, RW. Semuanya menjadi seperti sahabat yang mendukung saya. Dan intinya saya merasa menjadi semakin tegar dan berbobot.
Ketika tulisan pengalaman saya yang saya kirimkan karena ada permintaan untuk sharing knowledge berhasil menjadi tulisan terbaik, sebuah titik cahaya seolah ada di depan saya. Saat itu jugalah tulisan tentang seseorang dan kepompong masuk ke email saya.
Tuhan ternyata maha bijaksana, kalau dulu pengharapan saya untuk pindah dalam waktu 2 tahun terkabul, saya tidak akan mendapatkan pengalaman satu tahun yang berharga. Tuhan lebih tahu kapan kita akan keluar dari kepompong untuk menjadi seekor kupu-kupu.
Eits..maaf, tidak semua kepompong yang menjadi kupu-kupu. Saya ingat waktu kecil ketika pelajaran tentang metamorfosis kupu-kupu diajarkan disekolah. Di rumah saya dan saudara-saudara saya mempraktekan seperti yang diajarkan di buku. Di halaman saya banyak tanaman pagar yang banyak ulatnya. Ulat-ulat itu kami tangkap dan masukkan ke dalam stoples lengkap dengan daun-daunnya. Stoples tersebut kami tutup dengan plastik yang terlebih dahulu dilobangi.
Tiap hari kami lihat stoples tersebut. Tak lama kemudian ulat-ulatnya sudah berubah jadi kepompong. Kami semakin tak sabar menunggu kupu-kupu yang cantik yang akan keluar dari kepompong.
Suat pagi salah seorang saudara saya berteriak2 kegirangan. Kepompong kami sudah menjadi kupu-kupu. Semua berkumpul dekat stoples untuk melihat. Tetapi serangga apa itu, tidak semuanya menjadi kupu-kupu. Sebagian malah jadi binatang yang kami waktu itu tidak tau namanya, hitam, kecil punya sayap dan sering saya lihat di bunga halaman depan. Ternyata tidak semua kepompong jadi kupu-kupu.
Profil Facebook Badruz Zaman